Bocah 8 Tahun Tewas Selamatkan Teman, Ribuan Orang Tuntut Keadilan

BERITA BEBAS TERKINI - Poker Online - Gabriella Sheryl Howard, bocah 8 tahun ini tewas tenggelam di sekolah, diduga lantaran kelalaian dari pihgak sekolah. Gaby, panggilan akrab gadis cilik ini, tewas saat berusahamenyelamatkan rekannya yang terjatuh ke kolam renang saatpengambilan nilai renang di sekolahnya, Global Sevilla Puri Indah.
BERITA BEBAS TERKINI - Ceme Online
Sudah lebih dari setahun kasus meninggalnya Gaby, tak juga disidangkan. Padahal Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) sudah mendorong penegak hukum menyelesaikan masalah ini.

"Terbengkalainya" proses hukum kematian Gaby membuat aliran dukungan masyarakat pun membludak. Petisi online yang meminta kejelasan kasus ini didukung oleh hampir seribu warga.

Petisi online yang beralamat di https://www.change.org/p/kepolisian-beri-keadilan-untuk-gaby tercatat sudah ditandatangani hampir seribu warga yang meminta penyelesaian kasus bocah itu segera disidangkan AduQ.

Sementara fanpage 'Keadilan untuk Gaby' di Facebook (https://web.facebook.com/keadilan.untuk.gaby/) sudah diikuti oleh belasan ribu warga yang prihatin terhadap kasus ini.

Kasus ini bermula ketika Gaby bersama rekannya menunggu giliran pengambilan nilai renang di lingkup sekolahnya yaitu Global Sevilla Puri Indah. Tanpa diduga, rekan korban terjatuh ke kolam yang dalamnya mencapai 160 sentimeter.

Domino99 Online - "Anak saya yang mencoba menyelamatkan rekannya. Tapi anak saya yang tewas dalam kejadian itu, ujar ibu Gaby, Verayanti, beberapa waktu lalu.

Saat kejadian itu RR, guru olahraga tak menyadari dan merespon dengan cepat peristiwa tersebut. Kemudian 15 menit, barulah Gaby diselamatkan tapi sudah dalam keadaan mengambang di kolam renang.

Kejadian meninggalnya Gabriella murid kelas III SD ini terjadi pada 17 september 2015 dan hingga kini kasusnya tak jua disidangkan. Menurut Vera pihak keluarga sudah berusaha melakukan upaya sesuai dengan koridor dan kaidah hukum yang berlaku.

Sejak November 2015, atau sekitar dua bulan setelah kejadian 17 September 2015, keluarga telah mengirimkan somasi ke pihak sekolah, Global Sevilla Puri Indah, Jakarta Barat.

Komentar